Gabriel Omar Batistuta
Gabriel Omar Batistuta

Batistuta Sang Legenda Argentina

Posted on

Gabriel Omar Batistusa adalah pencetak gol terbanyak sepanjang masa dari Argentina. Batigol telah melewati legenda Argentina lainnya seperti Diego Maradona, Mario Cempes dan Daniel Pasarela. Batistuta menorehkan 56 gol di 78 penampilannya bersama timnas Argentina. Batistuta membela tim Tango selama 3 kali piala dunia yaitu di Amerika Serikat (1994), Prancis (1998), kemudian Jepang dan Korea Selatan (2002). Batistuta adalah striker yang ditakuti musuh, tendangannya sangat keras nan akurat, Batistuta juga sering mencetak gol menggunakan kepala. Tidak hanya di timnas Argentina, Batistuta juga menjelma menjadi legenda di Italia usai 9 musim membela Fiorentina. Walaupaun La Viola terdegradasi ke seri B, namun Batistuta tetap bertahan & mampu membawa Fiorentina kembali ke seri A. Sebagai penghormatan untuk Batistuta, fans Fiorentina membangun patung Batistuta tepat di depan bagian stadion Artemio Franchi di Firenze Italia.

Gabriel Omar Batistusa

Gabriel Omar Batistuta 2
Gabriel Omar Batistuta 2

Meskipun berhasil menghantarkan kembali Fiorentina ke seri A, namun Batistuta tak pernah merasakan scudeto bersama klub tersebut. Batistuta baru memenangkan gelar juara saat membela AS Roma. Nilai transfer Batistuta dari Fiorentina ke AS Roma adalah nilai tertinggi di saat itu, yaitu 70 Miliar Lira. Bos AS Roma ketika itu, Fabio Capelo menyatakan dalam Majalah La Gazzeta pada (Mei 2000), bahwa ada yang menyatakan nilai trasfer sebesar itu terdengar gila, namun tidak Capello. “Batigol memiliki kelas yang berbeda, nilai sebesar itu terasa tidak banyak. Batistuta adalah pemain istimewa, dengan adanya Btistuta, segala sesuatu akan menjadi lebih baik. Hanya pelatih bodoh yang akan menempatkannya di bangku cadangan ketika dia fit.” Legenda sepanjang masa asal Brazil, Pele juga sependapat seperti Fabio Capelo. “Nilai sebesar itu hanya 5 persen dari apa yang dimiliki AS Roma, nilai tersebut sangat pantas masuk ke kantong pemain sehebat Batistuta.”

Ketika AS Roma bersua kontra Fiorentina, gol Bati berhasil menjadi penentu kemenangan Roma, namun Batistuta tidak merayakan golnya . tersebut. Namun sebaliknya, Batistuta malah menitikkan air matanya. Suporter Fiorentina marah besar, patung Batistuta yang berada di depan stadion Artemio Franchi pun dirobohkan. Batistuta merupakan pemain yang sangat disegani kawan serta lawannya, dan ia disanjung oleh para pendahulunya. Batistuta memiliki kharisma tersendiri. Julinho Botelho, gelandang sayap yang dulu pernah membela Fiorentina (1950), menyebut Batistuta sebagai pemain yang mempunyai kemampuan yang lengkap. “Saya melihat gol Batistuta di TV ketika melawan Manchester United. Gol tersebut menegaskan kualitasnya. Batistuta adalah seorang pemimpin,” dilansir La Gazzeta, Desember 1999.

Teman setim Batistuta di Fiorentina, Daniel Adani menganggap Batistuta adalah nyawa tim. Dengan Batistuta, Fiorentina tak akan pernah gentar menghadapi pemain bintang dari berbagai klub. “Kami tidak pernah merasa gentar dengan nama besar klub-klub lain, baik Ronaldo, Yorke, Rivaldo, Cole, Dennis Bergkamp, Kluivert, Kanu, ataupun Suker & Lopes. Kami tak pernah takut menghadapi siapa saja, karena kami mempunyai Gabriel Batistuta,” tegas Adani kepada La Gazzetta, Februari tahun 2000. Penyerang timnas Italia, Chistian Vieri, bahkan menolak jika dirinya dibandingkan dengan Batistuta. Bagi Vieri, Batistuta adalah seorang ujung tombak terbaik di dunia. Begitu juga dengan penyerang timnas Brasil, Luiz Ronaldo yang selalu ingin berduet bersama Batistuta, namun tak pernah kesampaian. Ronaldo mengungkapkan pernyataan tersebut dalam majalah Liga Italia pada Desember tahun 1998. Batistuta menghabiskan karier sepakbolanya di klub Al Arabi, Qatar dan berpaling menjadi pemain Polo. IaBatistuta sering mondar- mandir antara Argentina & Australia usai memiliki sebuah rumah mewah di negeri kangguru itu.