Guardiola
Guardiola

Belanja Fullback Mahal Guardiola Bisa Menjadi Bumerang

Posted on

Pep Guardiola musim panas ini tidak sedikit mengeluarkan dananya untuk menghadirkan full-back. Bayangkan dirinya memboyong Kyle Walker yang tidak tergolong jarang dimasukkan kedalam kategori full-back yang sangat hebat dunia lalu menyulapnya untuk menjadi bek paling mahal dunia. Cuma berselang 10 hari usai jual beli Walker, Guardiola segera mematahkan rekornya untuk menjadi bek paling mahal dunia dengan membeli Benjamin Mendy dari Monaco dengan harga 52 jt Poundsterling. Ditambah lagi dengan kehadiran Danilo, Manchester City mengerahkan total 130 jt Poundsterling hanya untuk membawa fullback. Nyatanya, ada satu masa dimana fullback dianggap winger gagal, di musim Maradona (dirinya menyebut fullback cuma menyentuh bola 3 kali serta melakukan Delapan pelanggaran). Namun, nampaknya di persepakbolaan modern fungsinya direvitalisasi. Namun, membeli banyak fullback di satu jendela transfer, bukankah langkah yang cukup berisiko?

Harga mahal jadi beban pemain

Belanja Fullback mahal Guardiola: Eliaquim Mangala jadi contoh asli bebean harga mahal memberikan tekanan besar yang mempengaruhi penampilan. Eliaquim Mangala, Claudio Bravo, John Stones, Nicolas Otamendi. Dua yang terakhir adalah bek yang hasilnya mengecewakan serta harga mereka tidaklah murah. City kelihatannya tidak belajar dari kesalahan yang sebelumnya di mana mereka merekrut pemain di atas harga pasaran. Hal tersebut membangun tekanan tertentu pada pemain terlebih lagi saat penggemar banyak menuntut. Saat Walker dihadirkan City malah sebelumnya pun kelemahannya banyak sekali dianalisa; Dirinya sekarang menjadi satu dari beberapa pesepakbola yang menciptakan inflasi di dunia sepakbola modern. Tidak seperti pesepakbola yang dibeli dari luar negeri semacam Mendy, dirinya bakal mulai dianalisa di bulan-bulan perdananya di Inggris.

Mengubah pertahanan sekaligus bukanlah strategi yang bagus

Kesulitan kiper Manchester City semestinya jadi pelajaran berharga – tidak ada kiper yang mumpuni di dunia tanpa pertahanan yang benar. Apakah mereka mau mengubah personel barisan belakang tiap 12 bulan? Kiper seperti Buffon atau Neuer juga pasti akan kesulitan. Kiper Brasil pendatang baru, bek kanan pendatang baru, kapten Belgia bek tengah, partnernya Argentina, bek kiri pendatang baru Prancis. Ini kisah yang bagus untuk brand global, namun tidak untuk pertahanan yang kuat Premier League.

Menjual Zabaleta, Kolarov, Clichy, Navas, Sagna berbarengan

Musim panas kali ini, Manchester City menjual Zabaleta, Clichy, Navas serta Sagna dan melepas Kolarov ke Roma. Ini tidak bisa menciptakan perombakan pertahanan yang lengkap, hilangnya pemain-pemain yang telah bertahun-tahun di City bakal memberi pengaruh yang besar di ruang ganti. Derby bakal kehilangan hal ekstra. Fans bakal merasa sepi terasing dari skuat. Dibanding merombak total, Guardiola semestinya mengerjakan generasi perlahan-lahan. Membangun lagi yang secara perlahan bisa dengan menjual 2 fullback lalu membeli yang baru di musim panas. Akan tetapi semua wingback senior dijual Guardiola. Dani Alves, yang jauh lebih seperti pengalaman, sebetulnya bakal menjadi jual beli yang bagus bagi City yang kehilangan banyak pemain-pemain senior, namun sayang dirinya malah ke PSG.

Kewajiban wingback dapat dilakoni penyerang sayap

Salah satu faktor ganjil dari obsesi Guardiola dengan fullback yaitu seberapa sering dirinya memainkan formasi 3 bek. Yup, memang beberapa bek sangat pas untuk rancangan ini, namun ada pemain yang dapat menjalankan trik fullback untuk menerjang, semisal Sterling dan Sane. Guardiola tidak bakal kekurangan penyerang, De Bruyne, Sane, David Silva, Bernardo Silva, Raheem Sterling semuanya berebut untuk mendapatkan posisi di Starting XI. Dengan kecenderungan Guardiola menjadikan penyerang bermain lebih dalam layak dipertanyakan apakah perlu menghadirkan banyak fullback.

Mengabaikan posisi penting – striker

Bisa saja saking serunya mengutak-atik fullback, Guardiola tidak ingat bahwa musim ini dirinya hanya mempunyai 2 striker. Satu penyerang rawan cedera (Aguero) serta satu lagi masih 20 tahun. Wilfred Bony nyaris pasti keluar dari tim dan tidak mengagetkan jika Patrick Robert bakal dipinjamkan kembali. Sedangkan, Iheanacho telah berangkat ke Leicester City. Sebelum itu City berharap memboyong Alexis Sanchez dari Arsenal dan nampaknya tidak bakal terwujud. Maka, City perlu memfokuskan lagi mengincar striker. Kabar yang tersebar target mereka Kylian Mbappe tidak ingin pergi dari Monaco, namun mereka tetap perlu optimis.