Johan Cruyff
Johan Cruyff

Inilah Nama Pelatih-pelatih Terbaik Barcelona Sepanjang Sejarahnya

Posted on

Luis Enrique telah mengumumkan akan meninggalkan Barca setelah kontraknya tuntas pada akhir musim. Enrique tak ingin menambahkan masa baktinya di Camp Nou sebab ingin beristirahat sejenak dengan dunia sepakbola. Enrique itupun tergolong manajer yang lumayan sukses ketika merancang Barca setelah mempersembahkan sejumlah piala bergengsi baik domestik atau Eropa. Selain Enrique, terdapat beberapa manajer lainnya yg juga punya karir mentereng selama menangani klub Catalan.

  1. Tahun: 2003-2008: Ketika Frank Rijkaard ditunjuk sebagai manajer Barcelona pada tahun 2003, tidak banyak fans yang terlihat dengan hal tersebut. Namun, sehabis Rijkaard merekrut Ronaldinho, tim menjadi lebih baik dan dapat finish di posisi ke-2 pada musim debutnya. Semenjak saat itu, pelatih awal Belanda tersebut mampu mendampingin raksasa Catalan ke masa kesuksesan dengan memenangkan 2 gelar La Liga, sebuah gelar Liga Champions lalu dua Piala Super Spanyol. Rijkaard juga melakukan beli penting seperti Samuel Eto’o, Deco dan Ludovic Guily dan ia bahkan melatih Barcelona pertama yang memenangkan dua kali di Santiago Bernabeu. Rijkaard kemudian melatih favorit penggemar karena team memainkan sepakbola menyerang yg indah. Namun, setelah mempersembahkan lima gelar dalam tiga tahun, Rijkaard memutuskan terpisah dengan Barcelona pada masa 2008.
  2. Tahun: 2014-2017: Enrique membuat dunia sepakbola kaget ketika ia mengumumkan bakal mundur sebagai pelatih Barca pada akhir musim. Tapi kenyataannya Enrique sudah melakukan kesibukan yang luar biasa di Barca setelah memenangkan delapan piala sejauh ini. Enrique juga sepertinya bisa mendapat pujian karena membuat trio mematikan dalam bermain bola yang biasa dikenal dengan MSN (Lionel Messi, Luis Suarez, Neymar). Ketiga pemain ini berperan besar memenangkan treble pada musim pertama Enrique di Camp Nou. Ex pelatih AS Roma lalu Celta Vigo itu berkesempatan mendapatkan pesta perpisahan yg meriah mengingat Barcelona tetap bisa memenangkan La Sepak bola liga, Copa del Rey lalu Liga Champions.
  3. Tahun: 1950-1954: Daucik datang dengan adiknya iparnya Lazlo Kubala lalu menangani klub selama empat tahun. Pelatih legendaris awal Slovakia itu meraih keberhasilan besar di Barcelona lalu bahkan mampu memenangkan tiga trofi dalam satu tahun. Team asuhan Daucik diperkuat dengan beberapa pemain bertalenta semacam Kubala, Velasco, Ramallets lalu Joan Segarra sehingga besar Catalan berhasil tampak mendominasi pada era 1950-an. Untuk di klub, Daucik berhasil mempersembahkan tujuh gelar tergolong dua La Liga lalu tiga Copa del Genaralisimo secara beruntun sehingga Barca menjadi klub paling sukses pada Spanyol. Daucik akhirnya menanggalkan Barcelona pada tahun 1954 setelah sering mengalami gesekan dengan beberapa pemain. Daucik tidak hanya menghasilkan trofi-trofi prestisius untuk Barca, tapi pun menciptakan legenda-legenda sehingga dapat membangkitkan reputasi klub.
  4. Masa: 2008-2012: Pelatih paling sukses didalam sejarah Barcelona, Josep Guardiola merevolusi sepakbola dengan memulai dan memperkenalkan sistem tiki-taka yang indah sehingga berwarna menyenangkan dan sekaligus brutal di depan gawang. Dapat mengeluarkan kemampuan terbaik dengan pemenang lima Ballon d’Or Lionel Messi, Guardiola tak pernah ragu membuat pilihan yang berani dalam karir kepelatihannya seperti menjual punggawa bintang seperti Ronaldinho lalu Deco serta menyingkirkan Zlatan Ibrahimovic. Sebagai pelatih yg brilian, Guardiola mampu mendapat prestasi luar biasa di Camp Nou dengan memenangkan 15 piala dalam 4 masa termasuk 2 gelar Sepak bola liga Champions dan tiga piala La Liga. Guardiola terkenal lebih dari sekedar seorang manajer, dia memperkenalkan filosofinya itupun dan menciptakan banyak punggawa pemain bintang dari sekolah La Masia seperti Sergio Busquets dan Pedro.
  5. Tahun: 1988-1996: Mungkin tidak ada orang yg punya dampak di suatu klub lebih besar dengan Johan Cruyff di Barca. Legenda dan juga pemain kesukaan fans, Cruyff sangat ngetop dengan perannya sebagai manajer ‘Dream Team’ Barcelona yg mendominasi sepakbola dunia pada awal 1990-an. Ketika laki-laki asal Belanda ini memetik alih tongkat kepelatihan pada tahun 1988, klub ada dalam situasi krisis lantaran hutang dan minim piala. Namun, dalam kurun saat enam tahun, Cruyff dapat mengubah klub menjadi penguasa La Liga dan Eropa. Cruyff memenangkan 11 piala selama menjadi pelatih Barca tergolong gelar Liga Champions utama buat klub. Ia pun berperan besar dalam menghasilkan akademi La Masia yg terkenal sehingga banyak menciptakan bintang besar pada generasi sekarang ini.